ARO AXCEL

aro... ne wawing..
ne wawing axcel..
wau we bonama
ane rarong we dutang.. we yau

aro... ne wawing..
ne wawing axcel..
wau we bonama
ane rarong we dutang.. we yau

raida diru ma.. yeidu we aukia..
mana piana wowu yau..

aro.....axcel....
yei..du we aukia manaintone..
marising pai wowu yau..
mana yeidu we yau...

ARO AXCEL



aro... ne wawing..
ne wawing axcel..
wau we bonama
ane rarong we dutang.. we yau

aro... ne wawing..
ne wawing axcel..
wau we bonama
ane rarong we dutang.. we yau

raida diru ma.. yeidu we aukia..
mana piana wowu yau..

aro.....axcel....
yei..du we aukia manaintone..
marising pai wowu yau..
mana yeidu we yau...

"Kejujuran"

Kejujuran itu seperti air kream
kalau tidak lap bakalan cepat melele
hilang......ditelang obat

Resep ditangan itu kan umtuk fisik
nah....kejujuran seperti otot mental 
dam otot harus dilatih terus biar kuat

Untuk hari ini latihan kejujuran za
jujur pada diri za sendiri

Za takut, takut kalau itu mengenai
banyak hal selama ini salah

Za takut, takut kalau za bangun besok
matahari tra muncul di timur

atau gimana kalau za bangun besok
dan za baru tahu hati ini 
bisa salah


by: AmaLaLo

ARO NELLY



wanang... pai wia yoring kawione...
nadiru nini diru jembay ne...

neu wawing pa au rua nuai na totoi....
yemang we au, yemang we aukia...

topang.. na waro, topang saiwara....
aro nelly...topang saiwara we yau...
ingkai yaidu, nelly yeidu we aukia..
mana piana wowu yau....

Mantan

Aku terlanjur sayang kepada mu...
Terlanjur cinta ini memaku...
Hingga miris yg tersisa melihat kau bersamanya...

Jika samurai tak sanggup mencabik...

Jika peluru tak sanggup menembus...
Apa yg harus aku perbuat agar isi hati ini terbunuh...

Kenapa kau slalu ada...

dan tak lepas dari hati ini...
semakin ku ingin kau pergi...
semakin dekat bayang mu hampiri...

“ UNTUK KEKASIH, SAHABAT DAN DOSENKU ”


Hari ini tak adalagi
Puisi yang ku tulis untukmu
Hari ini tiada lagi
Kata-kata indah yang ku ungkapkan padamu
Semua terdiam dan termangu
Hanya air mata yang menetetes di pipimmu
Oh sayangku, hapuslah air matamu
Kutaksanggup melihat semua itu
Sungguh aku cinta. . . . . . . . . . . .

Padamu kuucapkan sejuta terimakasih
Karenamu tinggalkan kenangan
Yang tak terhapuskan
Kaulah pelipur hati disaat lara
Temanku, disaat suka dan duka
Sejuta kenangan indah
Kala canda tawa kita . . . . .. . . . .

Bersamamu
Aku belajar untuk membaca
Kepadamu aku berlatih tentang asa
Kau lukiskan indahnya mega
Kau tuturkan tulusnya surya
Kini ku berada didepan pintumu
Aku harus melangkah meninggalkanmu
Untuk teruskan perjalanan . . . . . . .

Ku tak kuasa melihat semua ini
Kutak mampu melihat airmatamu
Yang terus menetes
Hingga luluhkan hatiku
Haruskah kuteteskan airmata ini
Haruskan kupeluk kau dan tak pernah
Kulepas lagi
Hanya kaulah sang kekasih . . .. . .

Hati yang dulu mampu tersenyum..
Kini hanyaterharu dan pilu
Mengapa ini semua
Begitu cepat berlalu
Dulu kita pernah belajar bersama
Bermain bersama
Bahkan sempat bermain Cinta
Kini kita harus meniti jalan sendiri-sendiri
Untuk menyebrang ke . . . . .. .

Masa depan yang cerah
Itu harapanku
Mengejar cita, itu perintahmu
Sungguh begitu tulus kasihmu
Begitu besar pengorbananmu
Meski aku sering menentangmu
Walau aku selalu menyangkalmu
Kau tetap berdiri didepan
Untuk mengajariku
Kau tetap bercerita
Tentang indahnya loka. . . . . .

Kekayaan yang paling berharga dihatiku
Adalah aku pernah memilikimu
Dan kebahagiaan yang paling inidah dalam hidupku
Adalah saat ku menatap wajahmu
Jangan menangis sayang
Janganlah kau bersedih hati
Dan biarlah kau hanya menjadi
Bayang indah yang harus kutinggal . . . .

Pergi, kita semua harus pergi
Untuk lepaskan kebersamaan ini
Kita bepencar kian kemari
untuk menempuh cita didalam hati
dan kaulah sahabatku yang se . . . .

jati dirimu pancarkan cahaya ilmu
yang menuntunku disetiap waktu
yang mengiringi disetiap langkahku
yang menerangi didalam kehidupanku
dan hanya terimakasih yang mampu
ku ucapkan padamu

Biarkanlah kami melangkah pergi
Untuk teruskan perjalanan ini
Semua kisah yang pernah terjadi
Tetap kenanglah didalam Hati